Lebih Mencintai Akhirat adalah Sumber Ketenangan dan Kebahagiaan

Wahb ibn Munabbih rahimahullah berkata bahwa Nabi ‘Isa ‘alaihis-salam berkata kepada Hawariyyin (para sahabat Nabi ‘Isa),

أشدكم جزعا على المصيبة أشدكم حبا للدنيا.

“Orang yang paling gelisah dan sedih saat terkena musibah adalah orang yang paling cinta terhadap dunia.”

(Aina Nahnu min Akhlaaqis-Salaf, karya ‘Abdul-‘Aziiz ibn Naashir al-Jaliil dan Bahaa’ud-Diin ibn Faatih ‘Uqail, hlm. 85)

Orang yang Paham Agama Tidak Haus Kekuasaan

Dari Sufyaan, dari al-Ahnaf, bahwa beliau berkata,

قال لنا عمر بن الخطاب: تفقهوا قبل أن تسودوا.

“‘Umar ibn al-Khaththaab berkata kepada kami, ‘Pelajarilah agama sebelum kalian menjadi pemimpin.'”

Kemudian Sufyaan berkata,

لأن الرجل إذا فقه لم يطلب السؤدد.

“Karena jika seseorang paham agama, dia tidak akan menginginkan kekuasaan.”

(Aina Nahnu min Akhlaaqis-Salaf, karya ‘Abdul-‘Aziiz ibn Naashir al-Jaliil dan Bahaa’ud-Diin ibn Faatih ‘Uqail, hlm. 37)

Ciri Orang yang Cinta Karena Allah

Musaawir al-Warraaq al-Kuufiy rahimahullah berkata,

ما كنت أقول لرجل: إني أحبك في الله، ثم أمنعه شيئا من الدنيا.

“Tidaklah aku berkata kepada seseorang, ‘Aku mencintaimu karena Allah,’ kemudian aku enggan untuk memberinya sesuatu dari dunia.”

(Hilyatul-Auliyaa’ wa Thabaqaatul-Ashfiyaa’, karya Abu Nu’aim Ahmad ibn ‘Abdillaah al-Ashbahaaniy, jilid 7, hlm. 297)